Banner 468

Kamis, Desember 31, 2009

eBOOK Karya Langit Krisna Hariadi

0 komentar
 
Dulur, ini eBook Cerita Silat dengan berlatar belakang sejarah Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Majapahit, bisa dibaca dengan Adobe Reader (klik disini download acroread5.1)atau pdf Reader sejenis lainnya, tapi jika di komputernya sudah bisa dipakai untuk membuka pdf-file berarti komputernya sudah terintal pdf-reader.

Gajah Mada (Seri 1) oleh Langit Krisna Hariadi
Bekel Gajahmada adalah seorang pemuda yang bertubuh kekar. Badan dan pikirannya amat sehat, seorang prajurit muda yang memiliki kelebihan khusus dibanding prajurit yang lain, bukan saja kemampuan bela diri yang dikuasainya, tetapi juga kecerdasan yang bisa dipergunakan untuk menghadapi keadaan rumit sekaligus memecahkannya. Itulah sebabnya meski Gajahmada belum terlampau lama menduduki pangkat bekel, telah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pasukan khusus.Pasukan yang kecil saja, tetapi memiliki kemampuan luar biasa. Pasukan itu diberi nama Bhayangkara.
Pasukan Bhayangkara adalah pasukan pengawal istana, lapis terakhir yang menjadi tameng hidup bagi raja serta segenap keluarganya. Itu sebabnya, prajurit Bhayangkara disaring dari prajurit pilihan dan digembleng secara khusus. Secara pribadi masing-masing anggota pasukan khusus memiliki kemampuan yang mendebarkan karena daya tahannya dalam menghadapi keadaan sesulit apa pun amat tinggi. Apalagi, perannya sebagai pasukan sandi, tidak ada beteng serapat apa pun yang tidak bisa ditembusnya.

Download Link: Gajah Mada - Bhayangkara Majapahit



Gajah Mada - Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara (Gajah Mada Seri 2)
Sungguh Gajah Mada terkejut. Sangat terkejut malah. Membayangkan pun tak pernah. Akan tetapi, dengan segera Gajah Mada bisa mengenali orang itu adalah Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa. Patih Daha Gajahmada mengkucal-kucal mata, dengan terbelalak ia memastikan perempuan jelek dengan gigi hitam itu memang Dyah Wiyat adanya.
”Dyah Wiyat sedang bermain apa pula ini?” Gajah Mada mengeluh dalam hati.
Ratu Gayatri terperangah. Ratu Gayatri boleh jadi tak mengenali penampilan anaknya, tetapi tidak dengan suaranya. Suara Dyah Wiyat adalah suara yang amat ia kenali. Selebihnya, semua orang yang hadir tanpa kecuali sulit memahami bagaimana mungkin Sekar Kedaton malih rupa demikian jelek. Rambut yang tidak keruan, gigi yang tidak keruan, dan pakaian yang juga tak pantas dipakai seorang anak raja.

Download Link : Gajah Mada - Tahta dan Angkara

Gajah Mada - Hamukti Palapa (Gajah Mada Seri 3)
”Untuk mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar,” lanjut Gajah Mada dengan suara amat lantang, ”untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu sebagaimana hakikat arti dari hamukti wiwaha.
Aku memilih kebalikannya. Aku akan hamukti palapa sampai kapan pun,
sampai Majapahit yang aku inginkan dan kita inginkan bersama menjadi kenyataan. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung, yang itulah hakikat arti dari sumpahku, Sumpah Palapa, semata-mata demi kebesaran Majapahit.”
Meluap isi dada Gagak Bongol, meluap penuh banjir bandang isi dada Aditiawarman, meluap isi dada para Bhayangkara, meluap pula isi dada kedua Prabu Putri, dipenuhi semangat yang berkobar makantarkantar yang diucapkan oleh Gajah Mada.
”Aku bersumpah untuk tidak akan beristirahat,” Gajah Mada berteriak. ”Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa.”

Download Link : Gajah Mada - Hamukti Palapa

Candi Murca - Ken Arok, Hantu Padang Karautan
(Rangkaian peristiwa tahun 2011.)
Singasari! Adakah di balik kota yang tak jauh letaknya dari kota Malang dan Surabaya ini merupakan letak sebuah negara yang sekian tahun lalu pernah berdiri bernama Singasari pula? Parra Hiswara, nama lelaki yang sedang mengayun cangkul itu tidak pernah memerhatikan. Pengetahuannya tentang Singasari yang menjadi tempat tinggalnya sekarang tidak lebih dari kampung halaman isterinya yang ia nikahi setahun lalu dan kini sedang hamil lima bulan. Soal adakah kota Singasari itu berhubungan dengan nama-nama terkenal dari masa silam, misalnya nama seorang perempuan yang konon memiliki kecantikan tidak tertandingi, ia adalah Ken Dedes pemilik gelar Sang Ardhanareswari yang mempunyai arti perempuan mulia yang menurunkan raja-raja atau ada nama lain yang tak kalah legenderaris seperti Ken Arok, Parra Hiswara tidak tahu. Ia bukan arkeolog, bukan historiografer, juga tidak memiliki minat terhadap sejarah bahkan legenda sekalipun.

(Rangkaian peristiwa tahun 1136 saka.)
Ken Rahastri yang terkejut tidak bisa menguasai diri. Ia telah meloncat keluar dari jendela biliknya. Isi dadanya nyaris meluap menjadi sebuah banjir bandang yang tidak tertahan. Ken Rahastri mengkucal-kucal matanya, akan tetapi sosok yang kini berada di depannya sama sekali tidak berubah.
“Kakang Parameswara?” suaranya serasa tertelan.
Parameswara tersenyum, ia lakukan itu untuk meyakinkan Ken Rahastri bahwa yang berada di depannya bukan hantu.

Donwload Link : Candi Murca - Ken Arok, Hantu Padang Karautan



Buku yang masih ditunggu Gajahmada - Perang Bubat (Seri 4) dan Madakari Pura Hamukti Muksa (Seri 5); sedangkan lanjutannya berjudul Candi Murca - Air Terjun Seribu Angsa, dan masih ada lanjutan Candi Murca... kita tunggu.

Leave a Reply

Terima kasih komentar Anda (Thank's for your comment)